Naik Bus
Seperti biasa setelah saya bekerja saya juga harus berangkat kuliah. yang harus kulalui dengan berjalan kaki untuk sampai di Halte untuk menunggu Angkot. setelah itu aku turun di persimpangan pelumpang, di situ Juga saya harus juga menunggu bus, sebelum bus Kmp Rambutan-Priuk melintas aku melihat banyak sekali orang dengan gaya dan keglisahan mereka asing-masing dengan seraut wajah yang tersa tampak pasi. Tapi inilah pelumpang, Aku sudah merasa tak heran dengan keaadan yang seperti ini. tempat orang menunggu bus untuk sampai di tujuan masing-masing.
dari jauh nampak bus yang aku harapkan sudah datang, tapi juga tersa nampak bahwa mobil itu sudah terlihat penuh. ” tapi aku harus naik” gerutu dalam hatiku,” karna jika aku tak naik bus itu aku akan lama menungu untuk mendapatkn bus yang selanjutnya, dan belum tentu kosong. !Yach sambil berdesak-desakan di mobil kualitas ekomomi yang tarifnya hanya 3000 rupiah, yah memeng ini resikonya.”
di dalam bus inilah aku berinisiatif untuk mengangkat cerita ini kedalam entri blogku, dan baru kali ini juga aku sempat mengetik cerita ini dan memasukan kedalam blog friendsterku . tapi aku merasa naik bus dengan situasi seperti ini ada kebanggaan tersendiri yang aku rasakan, maka itu aku lebih suka naik bus dari pada aku haru naikmotor,
yach..” inilah Jakarta, Kota metropolitan kota dimana semua manusia yang tinggal di sini punya banyak kesibukan, Jakarta memberi harapan semua untuk yang mau brusaha.
namun terkadang Jakarta adalah kota yang sangat kejam dan bahkan ada yang bilang ” Jakarta adalah Ibu tiri yang paling kejam” memeng itu semua benar karna aku juga sudah merasakan asam-garam selama tinggal di Jakarta.
jangan sampai diri kita dikusai oleh harta. amal ibadahlah yang akan membawa kita ketempat yang lebih indah dari jakarta. kita hidup smentara, pergunakanlah akal dan pikiran kita untuk sesuatu yang berguna. agar senantiasa kehidupan kita bisa berjalan dengan seimbang, serasi dan bermartabat.

Leave a Reply