header image
 

Bogor Malam bersama dila

Ini cerita aku tulis tanpa ada yang direkayasa

Kejadian yang ditulis adalah kisah nyata.=)

Stelah sekitar  satu setengah jam di rumah Asri yang bikin saya kangen dengan teman-temanku.selain bayang-bayang teman-temanku, aku tak pernah lepas dari dila, yang semalam begitu anggun. smapai akhirnya aku udah mantap untuk bilang ke di-la semuanya malam ini, suara-suara dan pikiran akupun mendukungdengan pernyataanyang sangat laki-laki, bilang nggak, bilang, “nggak “mau kemana lagi ,dil..?” aku sambil menyallakan motorku.

ngak tau nih.” tapi aku lagi males pulang

“Sama”

Tiba-tiba aku punya ide cemerlang, sekaligus melancarkan misi suciku, ” “Kepuncak aja yuk.?”

“Ngapain?” dila juga rada tertarik

“Ada tempat, punya teman lama aku disana, deket puncak pas, kaya villa gitu dech. kita ngobrol-ngobrol aja. di jalan kita beli jagung bakar,duren, sama bandrek, ” gemana”?

“tapi jangan macem-macem ya Am”!  mata dila menatap mataku.

“maksudnya”? aku yang gak ngerti maksud dila, sambil bertanya sambil mengerutkan keningnya.

Dila akhirnya nyadar,Aku mang orang yg polozs dan baik Nggak akan pernah punya pikiran macam-macam. “nggak”  dila menjawab, “Oke, kita ke puncak”

Kata dila sambil menoleh dan memberikan senyaman manisnya dari bibirnya yang tipis dan panjang ke arahku.

Aku kesenangan sendiri. kitapun meluncur kepuncak sesuai rencana. membelli bandrek, jagung bakar, dan duren yang akhirna sebagai wanita diLa harus turun menawar-nawar, karena harga yang udah di-mark-up sama penjualnya. satu lagi kewajiban kaum wanita yang emang paling sadis kalo menawar harga. pada ahirnya mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan jurus terahir yang paling ampuh dalam tawar-menawar, yaitu pura-pura pergi sambil pasang kuping,.. yah kalo harganya nggak sadis sadis amat pastinya nanti dipanggil penjualnya.

Liama menit setelah di puncak pas. puncak raya mulai memadat”  katanya daerah puncak pas.. itu dah lebih.”

“Itu jalan masuknya…, ” kataku sambil menuju sebuah jalan kecil.

jalan masuk yang hanya cukup untuk dua motor , ahirny itupun kita lalui. melewati pepohonan besar yang bergandengan dengan cemara kiri - kanan qiTa.

“Pakai jaketnya yach…” di luar sini sudah terasa dingin.”

aku ngrasa,

Dila juga sangat penat dengan kota jakarta, melakukan hal yang sama. di menyebulkan wajahnya keatas menikmati Udara malam di puncak yang dingin. membiarkan udara meraba-raba wajahnyayang bersih. sebentar dila memejamkan matanya, merasakan angin dingin.

aku yang ngeliat dila jadi ketawa sendiri.

“Kenapa ketawa?” tanya dila sambil menoleh cepat, memasang tampang galak dan sedikit senyum yang biasa dipakai wanita kalo mau manja.

“Kamu kaya anak kecil.”

daripada kamu … sama apa nurut.”

biariin,” jawab aku datar sambil memandang lurus ke depanlampu dasbor yang seAdanYa di antara kegelapan yang menerangi wajah dila yang bikin gemes aku. dan dila pun menyubit lenganku

“Mmmmhhh… A-am Jelek.”

Pilinan jari-jari dila di lenganku yang kekar tadi membuatku terbang.

” Keras banget badanya…”

“Barbelan terus…,”  jawabku datar…

“Apaan tuh barbelan?”

“Ngangkat barbel.”

dila tertawa mendengar istilah dariku mengkin menurutnya aku ajaib. Aku selalu bisa bikin dila ketawa melulu, munngkin batin dila dalam hati

heee( sok tau nich.)

di depan Qta terbentang bantaran lampu-lampukota yang indah, dengan bingkai bukit dan jejeran cemara yang menghitam gelap.

hoo..hoo .. aku.. hanya ingin kau tau

besarnya cintaku…

tingginya hayalku bersamamu…

ku lalui waktu yang tersisa kini

di setiap hariku

di sisa akhir nafas hidupku… ho…

oooo,,,, ooo….

“Tau nggak lagu siap nih?” dila bertanya padaku.

“taulah … ini kan Idola gue, lagunya Replublik,” jawaku sambil menoleh ke dila.

“Gua suka banget sama Replublik,” kata dila pelan.

“Sama dong…. ,” sahutku.

“Udah pernah liat vidio klipnya Ninenty Nine belum?”

” Belum.” 

“Sama juga Ya..” he… ^_^

“Itu lagu keren deh. Jadi ceritanya dimasa depan Ada suatu keaadaan dimana seluruh manusia udah nggak pakai nama lagi.”

“Maksudnya?”

“Manusia dah pakai nomor sebagai identitasnya.’

“Kok nggak nyambung?” dila bertanya lagi.”

“Nyambung-lah itu kan ceritanya ada cowok yang jatuh cinTa ama cewek dan nomor cewek itu 99′he fell in love with number 99′,” Aku menjelaskan

Kata-kata terahir dalam penjelasanku aku ingin sedikit menyentuh hati Dila.

Ini G.I joe bisa romantis juga ya, ? Kata Dila pelan

“oh… keren juga ya, berarti lagunya juga nyeritain gitu juga ya?

“Iya gitulah”

“———-”

~ by catatan-anak-jogja on December 26, 2008.

Leave a Reply