Aku Cinta Kamu (gadis kursi roda) Bagian 1
Sebenernya aku ragu pertama tama untuk menulis semua ceritaku untuk dipublikasiakn ke muka Umum, Tapi inilah suatu expresi untuk mengenang sebuah nama yang pernah singah dalam hatiku, dan akan akan ku kenang selamanya..
jakarta 13 Mei ….
Saat aku berjalan-jalan disebuah taman, dan aku melihat sebuah gadis dan keesokan harinya aku melihatnya lagi, Seorang gadis berkusi roda, Wajahnya cantik, matanya sipit, rambut hitamnya yang terbiarkan terurai panjang dan bebas tertiup angin sore , kesan pertamanya aku melihat dia seperti putri dari negeri cina, membuat hati sang adam betah melihat wajahnya berlama- lama. warna merah bajunya yang dikenakan yang sanagat serasi dengan kulitnya yang putih. Kecantikannya tidak pudar walaupun dia bersinggasana kursi roda. Dia ditemani seorang wanita paruh baya, mungkin ibunya, karena wajahnya terlihat mirip. “Siapa gadis itu?”. ku raih Hp di selip kantong celanaku , ku foto dia dalam beberapa kali jepretan.
20 Mei ….
Kecantikannya membuatku candu. aku tak pernah berpikir jarak yang harus aku tempuh untuk menuju taman ini. dan aku menyebutnya taman cinta karena aku jatuh cinta padanya pada pandangan pertama, sintingnya setiap aku selalu memikirkanya, karena dengan itulah aku merasa semangat menjalani hidup saya.
Tiga bulan yang lalu aku melihatnya di taman cinta tersebut,… saat menjeput sepupuku di stasiun kereta api. saat itu jalanan yang macet dan padat membuatku mencari jalan pintas. ketika aku melewati sebuah taman di sebuah perumahan, itulah pertama kalinya aku melihatnya. dan aku merasakan tatap matanya yang menancapkan panah asmara tepat di jantungku, menyihirku ke langit ke tujuh. matanya yang gerbinar-binar dan senyum ceria meliahat sekumpulan anak-anak yang bermain riang lepas. sesekali senyumya berkembang. tawanya terdengar renyah di telingaku,
menghirup aroma tubunya, melihat rambutnya yang tertiup angin. menatap matanya yang bening, Oh sungguh indah mahluk ciptaan Tuhan yang satu ini. senyamnya damai sata aku berada di sampingnya.
“hai” sapaku memberanikan diri dan rasa takut. Kok tumben sendiri.,? “ tanyaku dengan sangat hati-hati.
dia hanya mendelik heran kepadaku
“hmm sory.. soalnya aku kemarin lihat kamu tak sendirian,” ” ya dia ibuku. soalnya di lagi ada tamu dirumah. ” Oh.. pantes mirip sekali dengan kamu.
Lagi-lagi dia tersenyum. Dadaku semakin berdebar kencang.
Aam , sambil aku sodorkan tanganku.
“Nurul”
“Nama yang indah” pujiku. Ada semburat merah di kedua pipinya.
Seperti dugaanku selain cantik nurul juga pintar, ramah dan baik hati. Aku merasa nyaman berada disampingnya. Tidak ada alasan yang membuatku ragu untuk tidak mencintainya. Aku tidak perduli dia berkursi roda atau tidak, karena aku tidak pernah memandang seseorang dari sudut pandang itu. Justru aku bangga, karena dengan kekurangannya dia berusaha membahagiakan orang-orang di sekelilingnya. Mulia sekali gadisku itu. Beruntung cowok yang bisa jadi pacarnya.
10 Juni
Tubuhku terkulai lemas mendengar berita tentangnya. Aku tidak percaya.“Tidak mungkin!” teriakku. Kata demi kata tentang gadisku dari perempuan setengah baya yang sering juga melihatnya dan sering berceria dengannya.
Dunia seakan runtuh. Gelap. Sepi. Ingin ku sumpal mulutnya agar menghentikan semua bualannya. Secepat kilat kupacu kakiku menuju rumah gadisku. Seribu bayangan indah bersamanya menari di pelupuk mataku
ku genggam sebuah kue khas Jogja (bapiak Patok)
dan aku bergegas untuk mengunjungi kerumah gadisku.
“Permisi Mbak”
“Ya mau ketemu siapa ya?”
“Saya Aam. nurul nya ada Mbak?”
“Aam?” raut wajahnya berubah sendu mendengar namaku. Dia mengajakku masuk. Duduk, tertunduk dan diam. “Maaf Mbak, nurulnya nya ada?” ulangku
“Oh ma-maaf” jawabnya terbata
Aku tersenyum. “Saya Diana, kakaknya Nurul”. Terjawab sudah pertanyaanku tentang siapa wanita yang ada dihadapanku.
“Pantas wajah Mbak mirip sekali dengan Nurul”
wanita berbalut jilbab, dengan senyum yang membuat setiap orang damai dengan menggunakan baju muslim, dan akuberkata dalam hatiku seandainya nurul memakai jilbab seperti kakanya” pasti’ dia lebih anggun dari itu. “ada ko. ” dengan bersamaan nurul keluar dari pinggiran tembok ruang tamu yang sempit. “kamu Am” * Iya Nurul ini Akau” jawabku penuh senang dan hati gembira karena bisa melihat wajah gadis yang tersenyum manis.
“. maap mba boleh aku ajak Nurul ke taman.?” tanyaku
“boleh.Tapi jangan pulang maghrib” “ya.. mba” jawabku”
aku berlahan aku dorong kursi roda dan aku mersa benar rambut nurul aku lihat jelas semakin jarang dan seperti rambut rontok. ” rul tau ga kamu?” tanyaku “Apa am.” sambil dia menoleh kearahku. “apa yang kamu rasakan saat ini”? ” sore ini indah..scerah hatiku saat ini. sambil dia membentangkan tangan denagan riang.. aku menanhan tanda tanya
dia bisa menyembunyikan semua itu dari aku. dia besia tersenyum lebar saat didekatku. bodohnya aku.” aku aka selalu menemanimu kalu kamu butuhkan aku rul” rayuku. dan dia tersenyaum sambil menyodorkan tangan dan kita berjabat tangan ” Aku janji” dengan menyakinkanya.sambil tersenyum
bersambung..

Leave a Reply