header image
 

masihkah kau kenang saat itu?

Masihkah kau kenang saat itu ?
Saat pertama angin menghembuskan nafas rindumu ke jendela hatiku
Berpasang merpati menari berpesta menyaksikan kisah bahagia
Kau bunga mawar yang hampir lunglai menunggu datangnya sang kumbang
Seketika bersemi tersirami hujan yang kualirkan dari mata airku
Dan aku nakhoda yang kehilangan kompas di deru buaian ombak
Benderang pelayaranku oleh mercusuar di tepi laut jiwamu

Masihkah kau ingat saat itu ?
Di teras masjid tua yang tersenyum ikhlas menyambut
Saat segala asa tersendat di awal kata yang tergagap kelu
Jemari seperti nyiur yang melambai hendak menggapai langit
Bola matamu mengalirkan berjuta kehangatan seindah pelangi

Hari-hari selanjutnya adalah rindu yang tertahan di setiap denyut nadi
Ketika waktu merambat pelan membawa kita ke titik temu

Seusai hawa menghalalkan dirinya pada adam di malam yang sempurna
Tak ada lagi waktu memagas rindu ombak pada pantai
Ku terus dan terus mendekapmu di setiap episode perjalanan ini
Merangkai cerita indah di penghujung biru langit

Masihkah kau rindu saat itu?
Tanya ini kini terjawab sudah
Dengan hamparan senyum di ladang pengabdianmu
(7 november 2007

~ by catatan-anak-jogja on October 30, 2008.

Leave a Reply