header image
 

Awal Ku Berjumpa Dengan Nya

Awal Ku Berjumpa Dengan Nya

“Kisah Nyata Yang Aku Alami Yang Berakhir Kebahagiaan

Pada saat itu di sebuah warnet tempat ku bekerja, suasananya begitu hening dan membosankan. Tapi keheningan dan kebosanan itu hilang begitu saja seketika dia datang untuk bermain internet di salah satu unit komputer yang ada.

Pada saat itu pula suasana hati ku sedang gundah dan gelisah dan tak tahu harus berbuat apa. Kemudian Dia duduk disebelah ku (bersebelahan ruang komputer) dan aku menatap wajahnya. Hatiku berdetak sangat kencang sewaktu ia melontarkan senyman manis ke arah ku dan suasana hati yang awalnya gundah dan gelisah kini menjadi berbunga-bunga.

Sesaat kemudian aku mendengar suara teriakan yang bernada penuh dengan kekesalan. Aku terkejut dan langsung keluar dari room yang sedang aku tempati, kudapati suara yang terdengar tadi adalah berasal dari Dia.

Kemudian aku memberanikan diri tuk menanyakan ada apa gerangan dengannya sehingga membuat dia menjadi kesal.
“Mbak…ada apa…?? tanya Ku dengan penuh perasaan, kemudian dia menjawab, ” dari tadi komputernya koq belum nyalah sih..??? Tanyanya dengan penuh kekesalan. (Selidik punya selidik, yang membuat komputer tidak nyala adalah dikarenakan sambungan wayarnya belum di pasang). Kemudian aku menjawabnya…”bagaimana bisa mungkin nyala mbak…habisnya wayarnya belum di sambung sih…” (bergegas untuk menyambugkan wayarnya).

Tapi sebelum aku meninggalkannya…aku sempat melihatnya membuka program MIRC. Dalam Hati aku berkata ” Gimana yah kalau aku mengerjainnya…??”. Kemudian aku langsung bergegas menuju room yang aku tempatin tadi dan langsung membuka program Mirc. Aku langsung join di dua server yakni server dal dan server plasa. Walaupun aku tidak melihat nick yang dia pakai, tapi aku bisa mengetahuinya dengan menggunakan perintah Server. Selidik punya selidik ternyata dia join di server plasa, dan pada saat itu aku menemukan satu nick yaitu `No`.

Kemudian Aku langsung menghampirinya dan bercerita banyak hal. Didalam pembicaraan kami, aku sempat mengetahui namanya dan alamatnya dan juga kegiatan yang sedang ia jalani.
Namanya Adel, dia Kuliah di salah satu sekolah di wilayah Kabon jahe. Dari perbincangan tersebut aku mulai akrab dengan nya.

Tapi tiba-tiba teman ku datang menghampiriku, dia berdiri disebelah ku dan dia berbisik kepada ku, “Bro….itu ada cewek cantik di samping mu….???” Aku langsung bergegas menutup tampilan layar Mirc agar dia tidak tahu bahwa aku sedang mengerjain cewek tersebut dan menjawabnya ” Ya…Aku sudah tahu Koq..! Kemudian teman ku pura-pura menyelidiki nick yang dipergunakan cewek tersebut, setelah ia mengetahui dia langsung menyuruh ku tuk mengerjainnya.

Tapi belum sempat dia menyampaikan hal itu kepada ku, dia langsung berkata dengan keras, ” Bro…itu kan cewek yang lagi main di samping mu..??”
Mendengar perkataan itu, aku langsung terkejut dan langsung menutup tampilan program mirc yang aku buka supaya Nurul gak tahu bahwa cow yang baru dikenalnya adalah aku.
Kemudian aku mengahampiri temanku tersebut dan berbisik…” Woi…jangan keras-keras dunk ngomongnya…!! Aku da tahu koq..”
Tapi Nurul mendengar pembicaraan aku dengan teman ku tadi dan aku mendengar dia tertawa kecil sambil bersembunyi. Aku pikir dia gak tahu soal itu, kemudian aku sambung lagi pembicaraan yang sempat terhenti.

Nurul meminta no Telpon Ku, dan aku langsung memberinya. Aku gak habis pikir, karena pada saat itu dia langsung menghubungiku karena dia awalnya telah ku buat penasaran tentang diriku.
Dengan sigap dan perlahan-lahan aku mengecilkan suara telpon Ku dan pura-pura tak terjadi apa-apa dengan diriku.
Untuk menyakinkannya, aku pura-pura ke kamar mandi. Tapi sialnya, teman aku yang tadi berkata ” Bro….Hp mu berbunyi tuh….?” Seperti orang yang gak punya dosa aku cuekin teman ku tade dan melanjuti langkah ku tuk pergi ke kamar mandi.

Tak berapa lama kemudian, aku melihat Adel bergegas tuk meninggalkan Warnet dan aku pun merasa puas karena telah mengerjainnya.
Tapi dalam hati berkata “Betapa Jahatnya Aku telah mempermainkan Anak Orang”.

Untuk menebus kesalahan yang telah ku perbuat kepada nya, aku memberanikan diri menghubunginya untuk meminta maaf kepadanya. Aku langsung bergegas ke kamar dan mengganti pakaian, baju yang aku pakai tadi ku gantungkan di dalam lemari pakaian ku yang kelihatannya tak sedap dipandang mata.

Saat itu jam dinding menunjukan pukul 00.30 wib, Aku mengambil ponsel dari saku celana yang sebelumnya telah ku gantungkan didalam lemari pakaian dan melihat di layar ponsel ada satu panggilan yang tak tejawab. Ternyata panggilan tersebut adalah panggilan dari Nurul, dan tak susah-susah lagi aku mencari nomor nya dan langsung menghubunginya. Dalam hati sempat ku berpikir untuk tidak menghubunginya dikarenakan waktu yang sudah larut dan aku takut mengganggunya. Tapi semua itu usung aku lakukan dikarenakan Nurul telah menjawab panggilan ku, dan aku pun mulai berbincang dengannya. Pada saat itu jantungku berdetak kencang sewaktu ingin mengucapkan sepatah kata. Tapi dengan tenang aku bisa mengucapkanya

Aku : ” Selamat malam rul….Masih ingat kan dengan Aku…?”. 
nurul : ” Selamat Pagi….
Aku tertawa kecil ketika Ia mengucapkan selamat pagi dan perpikir ” oh iya…ya…Ini kan uda pagi…”
Tapi tawa kecil ku tadi terdengar olehnya, dan ia pun berkata
nurul : ” Kenapa tertawa..?? Ada yang lucu ya..??”
Aku : ” Gak koq..gak ada apa-apa.” Btw… nurul masih ingat dengan aku kan…???
nurul : ” hmm….Kamu cowok yang Ku kenal dari internet tadi kan…??”
Aku : ” Yups…!!! kamu benar”
nurul : Nama Kamu siapa ya,,, Aku da lupa tuh..??
Dalam hati berpikir…”ish…cantik-cantik pikun ne anak…” Dan aku menjawabnya
Aku : Nama Aku Aam, dan Kamu nurul kan..??
nurul : “iya…,Btw…Ada apa nee menghubungi Ku pagi- buta begini…Ingin ngerjain aku lagi yah…??
Aku : “Gak Koq…Aku hanya ingin minta maaf kepada nurul, Karena aku telah mengerjain nurul.
nurul : “Ooo…Ya Udah aku maaf’in Kamu deh..
Aku : ” Terima kasih banyak ya..telah memaafin Aku…!!
nurul : ” Iya..sama-sama…”

Setelah Suasananya damai dan semakin tentram, Aku pun mulai memberanikan diri untuk lebih dekat kepadanya dan sekali-sekali mengajak dia tuk bercanda. nurul pun menerimanya dengan senang hati dan suasana yang awalnya tenang dan senyap kini manjadi gaduh dan rusuh, dikarenakan suara tawa kami yang begitu ramai.
Kemudian pada saat itu juga aku memberanikan diri tuk mengajak ia jalan, sebagai tanda minta maaf ku kepadanya. Ibaratkan suara angin yang terdengar indah di telinga, begitu juga dengan ajakan ku. Dia langsung menerima ajakan dari Ku. Sebelum menutup pembicaraan dari telepon, Aku dan nurul telah sepakat tuk bertemu di depan warnet tempat ku bekerja.

Keesokan harinya pukul 19.00 tepatnya di depan warnet, Aku dan dia bertemu. Dan tanpa menunggu waktu lagi, kami pun bergegas tuk pergi.
Aku mengajaknya makan malam di sebuah cafe, di salah satu mall terbesar di jakarta. Adel menatap ku ragu, walaupun demikian aku tetap tabah dan mencoba tuk menyakinkan dia bahwa aku adalah laki-laki baik. Aku dan nurul terdiam lama sambil menunggu datangnya hidangan yang telah kami pesan sebelumnya.
Tapi doa ku terkabul, dia mulai nyaman jalan dengan ku. Pada saat keheningan, nurul mulai membuka pembicaraan baik itu dari masa kecil, sekolah dan hal-hal yang sedang kami lakukan sekarang. Acara makan malam yang tadinya aku pikir biasa-biasa saja, kini menjadi makan malam yang spesial bagi ku.

Setelah acara makan malam selesai, aku dan dia berjalan menyelusuri kawasan Mall tersebut. Hati ku berdetak kencang sewaktu ia menggandeng tangan ku. Ku dapati ada sebuah permainan lempar bola, dan aku mengajaknya untuk bermain dan dia pun menerima ajakan ku. Pada saat itu hati ku senang sekali melihat dia tertawa dan tersenyum manis. Tawanya yang lucu membuat ku ikut tersenyum, dan senyum nya yang indah membuat ku hanyut dalam kebahagian.

Setelah lelah bermain, kami pun mencari tempat untuk beristirahat. Tidak jauh dari daerah permainan, aku mendapati sebuah tempat yang bagus dan tenang untuk beristirahat. Kemudian aku memesan dua buah ice cream coklat untuk menghilangkan rasa dahaga dan lelah.
Tak berapa lama kemudian, ice cream yang aku pesan pun datang dan kami mulai menikmatinya.
Bagi ku hari itu adalah hari yang sangat indah dan menyenangkan.
Setelah pertemuan itu, hubungan aku dengan nya pun kian semakin erat. Dan tak jarang aku mengajak berjalan berdua denganya, hingga suatu saat aku mengajak dia nonton berdua dengan Ku.

Pada saat itu tepatnya hari senin aku mengajak Nurul untuk menonton sebuah film yang baru tayang di salah satu bioskop di kota cijantung. Saat itu aku melihat takjub dirinya. Dia menggenakan rok berwarna putih dan baju kemeja berwarna putih dan jaket yang berwarna kegelapan, Dia begitu kelihatan sangat cantik.

Kemudian aku menyapanya dan sambil melemparkan senyuman kepdanya. Ketakjuban ku kian makin bertambah ketika Nurul membalas senyuman ku, dan ia pun tersenyum manis kepada ku.
Aku ibaratkan terbang melayang kelangit yang di penuhi bidadari cantik. Tapi hayalanku hilang dengan sekejap mata ketika Nurul memegang tangan ku dan menyuruhku tuk bergegas pergi ketempat yang telah aku janjikan.

Sesampainya di bioskop, Aku pun langsung memesan dua buah karcis dan Nurul memesan makanan dan minuman untuk kami nikmati. Seperti biasa, sebelum film di mulai para pengunjung diharapkan menunggu. Untuk membuat suasana yang begitu membosankan, aku pun mengajak Nurul berbincang. Perbincangan kami pun tak kala seru, dimana Aku dan Nurul bercerita tentang khilas balik dari awal pertemuan hingga hubungan kami semakin erat.

Kemudian perbincangan kami terhenti, ketika Nurul permisi kepada ku untuk menjawab panggilan telepon yang ia terima. Dengan senang hati aku meng iya kannya dan ia pun pergi ketempat yang jauh dari keramain, karena saat itu suasana di bioskop begitu ramai.
Sudah 5 menit aku menunggu Nurul, tapi ia belum juga selesai berbincang dan ia kelihatannya bahagia. Sekali-sekali aku melirik dia dan berbisik dalam hati “ Apasih yang ia perbincangkan..?? Dan dengan siapakah Ia berbincang..??”
Rasa hati kian semakin penasaran karena ia telah berbincang selama 10 menit dan akupun dihantui dengan rasa kecemburuan. Tapi rasa kecemburuan ku pada orang yang menghubunginya tidak aku tonjolkan kepadanya, karena aku tidak mau menghancurkan kencan yang telah aku rencanai.

Tiba-tiba aku di kejutkan oleh suara seorang gadis. Dia memukulku dari belakang, dan Ia berkata “ Hai Aam…Apa kabar..??”
Kemudian aku langsung berbalik kebelakang untuk melihat orang yang telah mengejutkan ku tersebut. Aku langsung menjabat tangan gadis tersebut ketika ia menyulurkan tangannya kepada ku sebagai ungkapan salam.
“ Aam apa kabarnya nee….???” Sudah lama tidak bertemu dengan mu..”
“ Aku baik-baik saja koq La….” Dimana gadis tersebut bernama Dila dan dia adalah teman sekelas ku sewaktu aku masih duduk di bangku SMA. Dia juga adalah orang yang pernah singgah di hatiku.

Aku dan Dila adalah teman baik di sekolah, hingga pada suatu saat aku mengungkapkan rasa hatiku kepadanya. Tapi cinta ku kepadanya tidak bertepuk sebelah tangan, Ia pun menerima aku sebagai kekasihnya. Tapi sayangnya, kisah cinta ku dengannya tidak berjalan dengan seperti apa yang kami harapkan. Aku dan Dila bertengkar dan kami pun saling cuek dan acuh tak acuh, hingga kami tamat dari bangku SMA. Aku dan Dila belum ada kata putus, tapi aku sudah memaafkannya dan dia juga telah ku jadikan teman baik ku.

Sesaat kemudian Adel muncul, dan Aku langsung memperkenalkannya kepada Dila. Setelah perkenalan itu, Dila permisi kepada ku, karena dia telah dipanggil oleh teman-temannya. Sesaat kemudian, pintu bioskop telah di buka dan terdengar suara customer service bioskop menyuruh para penonton masuk ke dalam ruangan bertanda film akan segera dimulai. Aku dan Adel pun langsung bergegas masuk kedalam ruangan dan langsung mencari kursi yang telah di sediakan.
Kemudian seorang penjaga bioskop menyapa kami “ Maaf mas….kursi nomor berapa yah…?” kemudian aku langsung menjawab “ Kursi nomor 13 H mbak “, sambil menunjukan karcis kepada penjaga bioskop tersebut.
Kemudian penjaga bioskop terebut menunjukan kursi yang telah disediakan buat Aku dan Nurul. Kami duduk di tengah-tengah antara kursi yang paling depan dengan kursi yang paling belakang, dan aku pun mulai mengatur posisi duduk ku.

Kami sangat menikmati film tersebut, hingga aku mendapat kan suatu moment yang begitu membuat hatiku bahagia dan kagum kepada Nurul. Dimana pada waktu film beradegan lucu, aku mendapatkan Nurul tertawa bahagia dan tersenyum manis. Melihat selung pipit yang begitu indah, seolah-olah aku ingin mencubitnya dengan gemas. Untuk menemani rasa ketakjuban itu, aku pun meneguk minuman kaleng dan menikmati pop corn yang telah kami pesan sebelumnya. Ingin sekali aku meyuapin pop corn tersebut ke mulutnya, tapi aku takut.

To Be Continue….

~ by catatan-anak-jogja on October 30, 2008.

One Response to “Awal Ku Berjumpa Dengan Nya”

  1. Hi!
    My name is Jessika!

Leave a Reply